Featured

First blog post

This is the post excerpt.

Advertisements

This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

post

Hujan dari Langit 

Malam itu aku pun kembali termenung akan pertanyaan dari mentor ku dia mulai membuat sebuah status dalam akun sosmed nya dengan tulisan “Hujan kah ini?” Lalu aku pun mengomentarinya dengan sapaan akrab ku dengan dia “bukan cak ini air rahmat yang turun dari langit” ujarku . 

 الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ مَهْدًا وَجَعَلَ لَكُمْ فِيهَا سُبُلًا لَّعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

“Dan yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).” (QS: Az-Zukhruf : 11) .

Karna sebagian orang pernah mendefinisikan bahwa hujan adalah rahmat . Dimana ada hujan disana terdapat ketenangan yang dapat meredamkan emosi yang ada . Memberhentikan sejenak segala kegelisahan yang ada . Karna hujan memberikan kedamaian jiwa yang mampu memberikan relaksasi berbeda . 

Namun hujan terkadang memberikan kenangan yang mana setiap kali hadir . Dia mampu memberikan kembali gambaran yang telah lalu . Dengan suasana yang sama yaitu hujan turun waktu itu .  

Waktu itu kita kembali di kenali akan moment ketika di jalanan kita berteduh bersama. Ketika pulang sekolah kita lebih memilih pulang dengan basah kuyup hanya karna ingin menikmati hujan . Dan ada banyak lagi moment yang membuat kita lebih senang dan ingin berlama lama dengan hujan . 

Namun disisi lain terkadang hujan memiliki gambaran negatif yaitu ketika para penjual yang sedang mencari nafkah harus sejenak terhenti transaksi jual beli karna banyak orang yang enggan untuk keluar rumah jika telah hujan turun . 

Bukan hanya manusia namun hewan dan tumbuhan juga membutuhkan hujan . Karna itu bahwa hujan di sebut juga rahmat dan berkah . 

Blindungan , 17 Januari 2018 

Reni widya 

Hujan dari Langit 


Malam itu aku pun kembali termenung akan pertanyaan dari mentor ku dia mulai membuat sebuah status dalam akun sosmed nya dengan tulisan “Hujan kah ini?” Lalu aku pun mengomentarinya dengan sapaan akrab ku dengan dia “bukan cak ini air rahmat yang turun dari langit” ujarku . 

 الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ مَهْدًا وَجَعَلَ لَكُمْ فِيهَا سُبُلًا لَّعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

“Dan yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).” (QS: Az-Zukhruf : 11) .

Karna sebagian orang pernah mendefinisikan bahwa hujan adalah rahmat . Dimana ada hujan disana terdapat ketenangan yang dapat meredamkan emosi yang ada . Memberhentikan sejenak segala kegelisahan yang ada . Karna hujan memberikan kedamaian jiwa yang mampu memberikan relaksasi berbeda . 

Namun hujan terkadang memberikan kenangan yang mana setiap kali hadir . Dia mampu memberikan kembali gambaran yang telah lalu . Dengan suasana yang sama yaitu hujan turun waktu itu .  

Waktu itu kita kembali di kenali akan moment ketika di jalanan kita berteduh bersama. Ketika pulang sekolah kita lebih memilih pulang dengan basah kuyup hanya karna ingin menikmati hujan . Dan ada banyak lagi moment yang membuat kita lebih senang dan ingin berlama lama dengan hujan . 

Namun disisi lain terkadang hujan memiliki gambaran negatif yaitu ketika para penjual yang sedang mencari nafkah harus sejenak terhenti transaksi jual beli karna banyak orang yang enggan untuk keluar rumah jika telah hujan turun . 

Bukan hanya manusia namun hewan dan tumbuhan juga membutuhkan hujan . Karna itu bahwa hujan di sebut juga rahmat dan berkah . 

Blindungan , 17 Januari 2018 

Reni widya 

S A N T R I dan Sosial Media

Sore  itu aku kembali mengingat bahwa santri dan pondok pesantren merupakan salah satu pejuang kemerdekaan  .dimana pada waktu itu santri menjadi topik pembicaraan dalam satu forum kemerdekaan ini tidak luput dari peran santri dan kyai .dimana dalam sejarah tersebut telah tercatat bahwa santri berperan besar dalam pergerakan  perjuangan indonesia untuk mencapai kemerdekaan . 
Di era globalisasi hari ini kita telah di kenal kan dengan namanya media sosial dimana kita bisa saling mengenal jarak jauh, dan mengetahui dunia luar . Santri pun memiliki peran penting dalam bersosial media karna rata rata hampir semua aktifitas menggunakan teknologi . Dalam pondok pesantren sekalipun sosial media juga perlu . Maka dari itu santri memiliki peran aktif dalam menangkal adanya sosial media yang mengarah pada kejahatan dan merugikan masyarakat . Tergantung bagaimana kita bersosial media dengan baik . Karna dalam sosial media ada dampak negatif dan posirif . Negatifnya kita terkadang juga banyak terjadi penipuan melalui sosial media . Misal saat ini banyak jual beli online terkadang kesempatan seperti ini adalah ladang penipuan terjadi di mana mana . Dampak positif nya kita bisa menambah wawasan kita akan dunia luar dan kita juga berkomunikasi jarak jauh . Misal sekarang sosial media juga sudah ada video call dimana kita bisa berkomunikasi dengan suara dan wajah teman kita .

Kita sebagai pemuda hari ini harus peka akan keadaan dan kondisi sekitar dimana kita harus pandai memilih informasi yang ada dalam sosial media . Karna akhir akhir ini banyak sekali informasi yang kurang aktual sesuai dengan fakta yang ada . 

Perlu adanya kita memiliki ilmu dalam bersosial media karna jika kita tidak tahu cara bersosial media dengan baik maka kita akan mudah di tipu orang,mudah di pengaruhi orang orang yang kurang bertanggung jawab atas perbuatannya . 
Reni Widya 

Sekarputih , 21 Desember 2017

Ketika Takdir Berbicara 

Allah SWT berfirman:


وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًا   

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.””

(QS. Al-Isra’: Ayat 24)

Sejak kelahiran ku pada hari itu keberadaan ku sepertinya tidak di inginkan bagaimana tidak ayah ku menginginkan bayi laki laki dan ternyata yang terlahir di dunia ini adalah perempuan.yaitu aku . Sejak saat itu aku tak lagi terlihat kasih sayang yang tulus dari ayah . Ibu yang setiap hari selalu senantiasa mengajarkanku semua hal yang baru namun takdir berkata lain . Pada saat kakak sulungku jatuh sakit ibu mulai tidak memperhatikanku lagi . Ibu jarang meluangkan waktu panjang bersamaku . Dan akhirnya ibu jatuh sakit setelah mendengar kabar duka bahwa kakak sulungku meninggal dunia . Kini anak ayah dan ibu hanya tertinggal 2 orang aku dan kakak perempuanku . Ibu mengalami jatuh sakit yang sangat lama yang pada akhirnya berujung kematian . Ibu lebih dulu Allah panggil dalam keluarga kecilku . Kini tinggallah 3 orang dalam kelurga kecil ini hanya ada aku ,kakak perempuanku dan ayah . Namun semua itu mungkin adalah yang terbaik.untuk kelurga kecil ku . Kini aku dan kakak perempuanku semakin dewasa dan aku pun kembali merasakan perasaan yang sama pada saat aku kecil dulu . ayah kembali lebih meluangkan waktu panjang bersama kakak perempuanku di bandingkan aku . Sejak itu juga aku mulai sadar mungkin ketidakhadiran ku tak lagi di inginkan . Aku pun mengalah sampai pada akhirnya aku duduk sendiri di teras rumah . Aku pun kembali memikirkan perkataan itu tentang ayah yang menginginkan anak laki laki namun tidak sesuai harapan . Bukankah setiap anak itu adalah anugerah yang Allah berikan pada semua orang tua . Justru harusnya semua orang tua bersyukur telah Allah berikan anugerah anak di antara mereka berjenis kelamin apapun anak tersebut . Anak tersebut tetap titipan Allah untuk di jaga dan di rawat . Sedih ketika lamunanku saat itu kembali terlintas di ingatanku tentang kelurga kecilku . Dimana kala itu kasih sayang orang tua tak lagi ku rasakan . Sampai pada akhirnya Allah kembali mengambil kelurga kecilku yaitu ayah . Dan kembali membiarkan aku dan saudara perempuanku saling menyemangati dalam segala hal . Karna kini keluarga kecil ini harus tetap melanjutkan cita cita ingin membahagiakan orang tua . Walaupun beliau tak dapat menemani dalam segala hal . 

Ketika kita memiliki orang tua sayangi beliau karna ketika beliau tak lagi berada di sisi kita . Akan merasa kehilangan yang sangat mendalam. karna setiap doa orang tua akan diijabah oleh Allah terutama doa seorang Ibu . Ridho Allah berada di Ridho orang tua kita . 

Reni Widya 

Sekarputih , 21 Desemeber 2017

Di Gugu dan di Tiru

Pada hari itu aku kembali diingatkan beberapa tahun yang lalu pada saat aku pertama kali memulai pendidikan di bangku sekolah . Pada saat itu ada seorang wanita yang sering mengajarkan ku di sekolah tentang segala hal . Dan perempuan tersebut sering ku panggil dengan sebutan Ibu GURU . 
Setiap hari beliau mengajarkan banyak hal pada semua murid nya dari cara menulis,menghitung hingga membaca di sekolah . Setelah itu beliau juga tidak pernah mengeluh pada saat mengajar . Dan tak terasa seiring berjalannya waktu aku harus meninggalkan bangku sekolah itu dan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi .Di sekolah yang baru aku pun juga bertemu dengan banyak orang yang sering ku panggil dengan sebutan Ibu dan Bapak guru hingga saat ini . 

Menurutku GURU adalah seseorang yang tidak hanya serta merta mengajarkan pada anak didiknya namun guru juga memiliki komitmen bahwa mengajar adalah bentuk cara menyalurkan ilmu yang di dapat agar bermanfaat bagi orang lain dan guru bukan hanya mengajar tetapi juga mendidik tanpa pamrih semata maya untuk memikirkan karakter dari anak didiknya . Menjadi seorang guru bukan sekedar profesi tetapi bentuk pertanggung jawaban diri untuk melahirkan generasi penerus bangsa . Yang memiliki karakter dan wawasan yang luas . 

Penulis : Reni Widya 

Refleksi Hari Santri

Pada bulan Oktober ini kita mendapat sejarah bagi bangsa indonesia . Dimana pada tanggal 22 Oktober pada 2 tahun ini kita juga telah di canangkan bahwa di tetapkan sebagai Hari Santri Nasional yang bertepatan dengan maklumat Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama oleh KH.Hasyim Asy’ari . Tujuan dibacakannya Resolusi Jihad tersebut adalah untuk membakar semangat para santri dalam mengusir penjajah. Dimana semua para santri melawan penjajah dengan mengangkat senjata dan juga mempertahankan kemerdekaan Indonesia.  Dan hari ini para santri tidak lagi berjuang dengan mengangkat senjata tetapi mereka berjuang melawan pembodohan dan kemajuan teknologi yang marak terjadi di Indonesia . Sejarah para santri dalam memperjuangkan kemerdekaan sangatlah besar . Juga pada saat itu pertama kali yang menjadi tonggak awal dalam melawan penjajah adalah semangat persatuan dan kesatuan di Era global hari ini santri di hadapkan dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) . 

Maka dari itu para santri hari ini harus lebih berhati hati dalam menggunakan teknologi dan Bukan hanya TNI dan Polisi santri pun juga memiliki peran aktif dalam menjaga keutuhan NKRI . 

#HariSantriNasional #Santriuntuknegeri #Santrikeren #Santrikece #PelajarNU 

Reni Widya 

Generasi Sosialita 

​Hari ini kita berbicara banyak pemuda,siswa dan generasi saat ini yang lebih memilih sibuk dengan eksistensi pada gadget dan sosial media yang saat ini banyak di salah gunakan oleh mereka . Tetapi apakah mereka tidak ada pemikiran sedikitpun untuk kembali meluangkan waktu untuk melakukan hal yang lebih bermanfaat untuk lingkungan sekitar . Bahkan hari ini tak jarang kita melihat banyak para pemuda di masyarakat yang ikut serta dalam membangun daerah nya lebih maju dari sebelumnya . Contohnya seperti , bermusyawarah berkomunikasi, berdiskusi , bersama masyarakat sekitar . Padahal jika kita kembali melihat sejarah para pemuda dulu di era penjajahan sangat bersemangat dalam memperjuangkan kemerdekaan . Bukankah ini adalah tanggung jawab kita sebagai generasi penerus untuk melanjutkan perjuangan para pemuda dan pahlawan yang telah gugur di medan perang ? . Bukan malah kita di perbudak oleh sosial media ,gadget,dan terknologi lainnya . Tetapi bagaimana cara nya kita . kita mampu memberikan perubahan yang lebih baik untuk lingkungan sekitar dan Negara Indonesia . Orang tua dulu pernah memberikan petuah “mun lambek tadhek hp nak ,tadhek oreng rosak, mun setiah bedeh hp benyak oreng rosak ” (kalau dulu nak tidak ada hp tidak ada orang rusak tetapi kalau sekarang ada hp banyak orang rusak ) . Begitulah orang tua mengingatkan bahwa kata RUSAK adalah melambangkan nilai moral yang saat ini mulai pudar di kalangan para pemuda . Maka dari itu kita perlu memberikan penanganan khusus dalam menanggapi permasalahan pemuda saat ini . Karna jika pemuda nya saat ini sudah rusak maka bagaimana generasi selanjutnya dalam mewujudkan perubahan yang baik untuk Negara Indonesia ! 

#pemudaperubahan #generasipenerus #nasionalisme #tanggungjawab 

Bondowoso,20 September 2017

Reni widya